Menilai kerusakan setiap petak sawah dari foto satelit
Komputer belajar menemukan petak lahan pertanian, lalu menilai seberapa parah kerusakannya dengan membandingkan foto satelit sebelum dan sesudah bencana Palu 2018.


Mengapa penelitian ini dibuat?
Setelah bencana, pemerintah perlu tahu sawah mana yang rusak dan seberapa parah. Selama ini datanya dikumpulkan lewat survei lapangan yang lama dan sulit karena jalan sering terputus. Foto satelit bisa melihat wilayah luas sekaligus, tetapi pemanfaatannya selama ini lebih banyak untuk menilai kerusakan bangunan, bukan sawah.
sawah rusak di Palu dan Sigi akibat gempa, tsunami, dan likuifaksi 28 September 2018.
korban jiwa dalam bencana yang samaCilia dkk. (2021)
kerusakan dan kerugian akibat bencana ditanggung sektor pertanian, padahal sumbangannya pada ekonomi dunia hanya 4,1%FAO (2025)
informasi yang dibutuhkan: bukan hanya luas total, tetapi petak mana yang rusak dan seberapa parah
18 pasang foto satelit, 3.271 petak yang dinilai
Foto satelit yang sangat tajam (satu titik foto ≈ 50 cm di lapangan) diambil dari kumpulan data terbuka xBD. Peneliti menggambar batas setiap petak sawah, ladang, dan tegalan, lalu menilai berapa bagian petak yang menunjukkan tanda kerusakan, seperti tertimbun lumpur, retak, atau pematangnya hilang.
Tiga tingkat kerusakan
Tidak Terdampak (tidak ada tanda rusak), Terdampak Sedang (rusak sampai separuh petak), dan Terdampak Berat (rusak lebih dari separuh petak).
Diuji di lokasi baru
Hasil diuji pada 4 lokasi (604 petak) yang tidak pernah dilihat komputer saat belajar, supaya hasilnya jujur.
Jumlah petak per tingkat kerusakan
Cara kerjanya dalam tiga langkah
Gabungan ketiga langkah ini disebut model PKLPTB (model penilaian kerusakan lahan pertanian terdampak bencana).
Temukan petak sawah
Komputer (Mask R-CNN) menggambar batas setiap petak pada foto sebelum bencana.
Ukur enam tanda perubahan
Pada setiap petak dihitung berapa persen pematang hilang, tertutup lumpur, tanaman hilang, dan seterusnya.
Tentukan tingkat kerusakan
Komputer (Random Forest) memakai keenam angka itu untuk memutuskan tingkat kerusakan petak.
Peta dan luas
Petak diwarnai sesuai kerusakannya dan luas tiap tingkat dihitung otomatis di aplikasi web.
Hasilnya: andal untuk lahan yang rusak berat
Semua angka di bawah diukur pada 4 lokasi uji (604 petak).