Alur penelitian dan perhitungan

Dari foto satelit sampai tingkat kerusakan per petak

Halaman ini menjelaskan langkah demi langkah apa yang dikerjakan dalam penelitian, termasuk cara menghitung enam tanda kerusakan pada setiap petak.

Alur penelitian

Penelitian mengikuti kerangka kerja CRISP-DM yang lazim dipakai dalam proyek sains data: pahami masalah, siapkan data, latih model, uji model, lalu jadikan aplikasi.

  1. Memahami masalah

    Menentukan lokasi dan kebutuhan

    Lokasi penelitian adalah wilayah Palu dan Sigi yang terdampak bencana 28 September 2018. Kebutuhannya: tahu petak mana yang rusak dan seberapa parah.

  2. Memahami data

    Memilih foto satelit

    Dari 190 pasang foto satelit wilayah Palu pada data terbuka xBD, dipilih 18 pasang yang berisi lahan pertanian terdampak. Setiap pasang terdiri atas foto sebelum dan sesudah bencana.

  3. Menyiapkan data

    Menggambar petak dan memberi label

    Batas 3.271 petak sawah, ladang, dan tegalan digambar satu per satu, lalu setiap petak diberi tingkat kerusakan. Empat lokasi (604 petak) disisihkan khusus untuk ujian akhir.

  4. Tujuan 1

    Melatih komputer menemukan petak

    Dua model dibandingkan: Mask R-CNN dan YOLOv8-seg. Mask R-CNN terpilih karena jauh lebih jarang salah menandai petak.

  5. Menyiapkan data

    Mengukur enam tanda perubahan

    Pada setiap petak dihitung enam angka perubahan antara foto sebelum dan sesudah bencana. Cara menghitungnya dijelaskan di bagian bawah halaman ini.

  6. Tujuan 2

    Melatih komputer menilai kerusakan

    Dua model dibandingkan: Random Forest dan LightGBM. Random Forest terpilih karena lebih jarang membuat kesalahan fatal, misalnya menilai lahan rusak berat sebagai tidak terdampak.

  7. Tujuan 3

    Menggabungkan dan menguji

    Mask R-CNN dan Random Forest digabung menjadi model PKLPTB, lalu diuji pada 4 lokasi yang belum pernah dilihat sama sekali.

  8. Penerapan

    Membuat aplikasi web

    Model PKLPTB dipasang sebagai aplikasi web. Pengguna cukup mengunggah foto sebelum dan sesudah bencana, lalu aplikasi menampilkan peta dan luas lahan per tingkat kerusakan.

Tiga tingkat kerusakan

Setiap petak dinilai dari seberapa besar bagian petak yang menunjukkan tanda kerusakan fisik, seperti tertimbun lumpur, retak, tergenang, atau pematangnya hilang. Hilangnya tanaman saja tidak dianggap rusak, karena bisa saja petak itu baru dipanen.

Tidak Terdampak

bagian rusak = 0%

Tidak ada tanda kerusakan sama sekali.

Terdampak Sedang

bagian rusak ≤ separuh petak

Sebagian petak rusak, tetapi sebagian besar masih bisa ditanami.

Terdampak Berat

bagian rusak > separuh petak

Sebagian besar petak rusak dan sulit ditanami kembali.

Cara menghitung enam tanda perubahan

Foto satelit tersusun dari kotak-kotak kecil yang disebut piksel; satu piksel mewakili ±50 × 50 cm di lapangan. Agar mudah dipahami, contoh di bawah memakai petak berukuran 10 × 10 = 100 piksel. Setiap tanda dihitung dengan rumus yang sama:

skor = jumlah piksel yang menunjukkan tanda ÷ jumlah piksel pembanding × 100

Hasilnya berupa persentase 0 sampai 100. Makin besar angkanya, makin kuat tanda kerusakan pada petak itu. Foto di setiap kartu adalah contoh nyata di salah satu lokasi uji.

1Pematang yang hilang

Pematang adalah tanda paling jelas sebuah petak. Jika pematang hilang, petak kemungkinan besar tertimbun atau bergeser.

Contoh tanda 1: pematang yang hilang (merah)
Kiri: sebelum bencana · tengah: sesudah bencana · kanan: hasil perhitungan, merah = garis pematang yang hilang setelah bencana.
Ilustrasi kotak: kiri garis pematang sebelum bencana, kanan sesudah bencana

pematang adapematang hilang

Sebelum bencana ada 32 piksel garis pematang (kiri). Sesudah bencana hanya 8 yang tersisa (kanan).

(1 − 8 ÷ 32) × 100 = 75 → 75% pematang hilang

2Tertutup lumpur atau material lain

Sebuah piksel dihitung bila memenuhi dua syarat: warnanya berubah cukup besar dan warna barunya mirip lumpur atau material keabuan.

Contoh tanda 2: material asing (merah)
Kiri: sebelum bencana · tengah: sesudah bencana · kanan: hasil perhitungan, merah = bagian yang tertutup lumpur atau material keabuan.
Ilustrasi kotak: kiri piksel yang berubah, kanan piksel yang berubah dan berwarna lumpur

warnanya berubahberubah dan berwarna lumpurberubah, bukan lumpur

Dari 100 piksel, 40 piksel berubah warna (kiri), tetapi hanya 30 yang warnanya seperti lumpur (kanan).

30 ÷ 100 × 100 = 30 → 30% petak tertutup material asing

3Tanaman yang hilang

Piksel dianggap bertanaman bila warnanya cukup hijau dibanding merah dan birunya. Yang dihitung adalah berapa bagian tanaman lama yang hilang.

Contoh tanda 3: tanaman yang hilang (merah)
Kiri: sebelum bencana · tengah: sesudah bencana · kanan: hasil perhitungan, merah = tanaman hijau yang hilang setelah bencana.
Ilustrasi kotak: kiri tanaman sebelum bencana, kanan tanaman sesudah bencana

bertanamantanaman hilang

Sebelum bencana ada 60 piksel bertanaman. Sesudah bencana tinggal 15, jadi 45 piksel tanamannya hilang.

(60 − 15) ÷ 60 × 100 = 75 → 75% tanaman hilang

4Perubahan warna dan kecerahan

Tanda ini menangkap perubahan apa pun yang cukup besar, termasuk bentuk kerusakan yang tidak tertangkap tanda lain. Batas "cukup besar" dihitung otomatis untuk setiap lokasi foto (metode Otsu).

Contoh tanda 4: perubahan warna dan kecerahan (merah)
Kiri: sebelum bencana · tengah: sesudah bencana · kanan: hasil perhitungan, merah = bagian yang warna dan kecerahannya berubah besar.
Ilustrasi kotak: piksel yang berubah besar

berubah melewati batas

Dari 100 piksel, 45 piksel berubah melewati batas.

45 ÷ 100 × 100 = 45 → 45% petak berubah

5Genangan air baru

Piksel dianggap air bila warnanya lebih biru daripada merah. Air yang sudah ada sebelum bencana, misalnya sawah yang memang sedang diairi, tidak ikut dihitung.

Contoh tanda 5: genangan baru (merah)
Kiri: sebelum bencana · tengah: sesudah bencana · kanan: hasil perhitungan, merah = genangan air yang baru muncul setelah bencana.
Ilustrasi kotak: kiri air sebelum bencana, kanan air sesudah bencana

air sejak sebelum bencanagenangan baru

Sebelum bencana ada 10 piksel air. Sesudah bencana ada 25 piksel air, jadi genangan barunya 15 piksel.

(25 − 10) ÷ 100 × 100 = 15 → 15% petak tergenang air baru

6Perubahan menurut model AI

Model AI siap pakai bernama AnyChange membandingkan kedua foto dan menandai bagian yang berubah. Angka di setiap kotak menunjukkan berapa kali piksel itu ditandai berubah.

Contoh tanda 6: perubahan menurut AI (merah)
Kiri: sebelum bencana · tengah: sesudah bencana · kanan: hasil perhitungan, merah = bagian yang dinilai berubah oleh model AI AnyChange.
Ilustrasi kotak dengan jumlah tanda perubahan per piksel

ditandai minimal 2 kalihanya 1 kali (diabaikan)

Agar tidak terkecoh gangguan kecil, piksel baru dihitung bila ditandai minimal 2 kali. Ada 20 piksel seperti itu.

20 ÷ 100 × 100 = 20 → 20% petak berubah

Dari enam angka menjadi tingkat kerusakan

Keenam angka di atas lalu diberikan kepada Random Forest. Random Forest terdiri atas 300 "pohon keputusan" yang masing-masing memberi suara, dan tingkat kerusakan dengan suara terbanyak menjadi keputusan akhir. Pohon-pohon itu belajar dari 2.176 petak contoh yang sudah diberi label.

Contoh nyata satu petak di lokasi uji:
pematang hilang 72,75 · lumpur 30,52 · tanaman hilang 99,02 · perubahan warna 61,95 · genangan baru 0,00 · perubahan menurut AI 7,04
→ petak ini memang berlabel Terdampak Berat.

Bagaimana hasilnya dinilai?

UkuranArtinya
PrecisionDari semua petak yang ditandai model, berapa bagian yang benar.
RecallDari semua petak yang sebenarnya ada, berapa bagian yang berhasil ditemukan.
F1Gabungan precision dan recall dalam satu angka 0 sampai 1. Makin mendekati 1, makin baik.
KappaSeberapa sesuai penilaian model dengan penilaian manusia, dengan hukuman lebih besar untuk kesalahan yang jauh (misalnya rusak berat dinilai tidak terdampak).
Skor xView2Skor gabungan baku untuk penilaian kerusakan dari foto satelit: 30% dari kemampuan menemukan objek, 70% dari ketepatan menilai kerusakan.

Semua ukuran dihitung pada 4 lokasi uji yang tidak dipakai saat model belajar, sehingga mencerminkan kinerja di lokasi baru.

Lihat lokasi 18 foto satelit yang dipakai

Tujuh lokasi berada di Kota Palu (Kelurahan Talise dan Petobo) dan sebelas di Kabupaten Sigi (Kecamatan Dolo dan Sigi Biromaru). Empat lokasi uji: 00000163, 00000169, 00000184, dan 00000195.

Lokasi administratif setiap foto (tile)
TilePeranDesa/KelurahanKecamatanKabupaten/KotaPetak
00000065LatihTaliseMantikuloreKota Palu433
00000117LatihTaliseMantikuloreKota Palu511
00000163UjiPetoboPalu SelatanKota Palu113
00000168LatihPetoboPalu SelatanKota Palu105
00000169UjiMpanau (85%), Petobo (15%)Sigi Biromaru, Palu SelatanSigi, Kota Palu155
00000170LatihPetoboPalu SelatanKota Palu59
00000182LatihPetoboPalu SelatanKota Palu57
00000183LatihPetoboPalu SelatanKota Palu212
00000184UjiLangalesoDoloSigi243
00000185LatihLangaleso (66%), Jono Oge (34%)Dolo, Sigi BiromaruSigi140
00000186LatihJono Oge (60%), Langaleso (37%)Sigi Biromaru, DoloSigi142
00000187LatihPombeweSigi BiromaruSigi60
00000188LatihJono Oge (61%), Sidera (39%)Sigi BiromaruSigi170
00000189LatihSidera (59%), Jono Oge (33%)Sigi BiromaruSigi216
00000191LatihLangalesoDoloSigi93
00000193LatihJono Oge (60%), Pombewe (40%)Sigi BiromaruSigi268
00000194LatihLangalesoDoloSigi201
00000195UjiPombeweSigi BiromaruSigi93

Sumber batas desa/kelurahan: Alf-Anas (2023). Persentase menunjukkan porsi luas foto; desa yang mencakup kurang dari 10% tidak dicantumkan.